Sabtu, 03 April 2010

Only in my dream

only in my dream I met you.
only in my dreams you speak to me.
only in my dream you think I'm there.
only in my dreams you do that.
and I'm happy.

Jumat, 02 April 2010

Si Kecil

Online emang asik. Apalagi klo internet lagi cepet. Sekali klik, langsung jadi.
Cuma sayangnya, ada something yang nemenin.

Aku buka banyak tab lalu nunggu dia selesai loading. Tiba - tiba,,,,,, di sebelah kiriku ada makhluk kecil nan lucu yang biasa di sebut kelabang atau kaku seribu.
Kelabang yang sedang duduk manis itu mengagetkanku. Spontan aku berdiri dan lari ke kamar mandi untuk cuci tangan dan kaki. Buat antisipasi kalau kalau si kecil udah nyerang tanpa sepengetahuanku.

Si kecil masih diam saat aku kembali. Tapi sayangnya aku tau kalau ia belum mati.
Ku ambil sapu dan 'getok' dia 2 kali, dan yang ketiga kalinya,, dia menghilang.
aku bawa keluar sapu itu dan berusaha mengeluarkan kelabang dari ijuk yang lebat. Diapun keluar. Dia lari, karna takut. Tapi karna sudah aku 'getok' jadi larinya sangat lambat untuk ukuran kaki seribu.

aku 'getok' lagi dia sampai mati dan aku buang keluar.
tempat duduk si kecil aku bersihkan dan aku mulai online lagi yang ternyata masih loading nunggu tab kebuka semua

Susah Banget Bilang IYA

22 - 3 - 2010

Sekali kali percaya dengan apa yang aku bilang kayaknya susaaaah banget.
Andaikan aku berubah jadi burung pembawa surat setiap kali aku menyampaikan pesan, pasti aku tidak se marah ini.
"Jangan protes sama aku! Aku cuma burung pembawa pesan!" Ingin rasanya aku berkata seperti itu.

Aku juga benci terhadap orang yang menghina ibuku.
secara langsung maupun tidak.

Tolong hormati dia.
Ini yang aku benci saat ibuku berperan sebagai pengurus di kels atau di sekolah.
harga diriku seakan jatuh.
Aku seakan tidak berhasil melindungi kehormatan ibuku. Diinjak.

Aku mengerti, kalian ingin aku memperhatikan kalian sebagai anak eksis yang ga ngaku eksis.

LOVE YOU ALL!!
Terima kasih untuk 96 &94 atas semua hinaan ini!

Sabtu, 20 Maret 2010

Suara Tawa Mereka


13-03-2010
21:03

Malam ini aku mendengar suara dari anak anak yang sedang melakukan kegiatan.
Riang sekali.
Canda tawa aan nyanyian terdengar jelas di telingaku.
Aku berlari ke depan rumah.
SD di depan rumahku terlihat terang pada beberapa kelas.
Dan di salah satu kelas ada bayangan dan suara anak seusiaku berasal.
Riang gembira dengar celoteh dari teman lainnya.

Tapi mengapa aku sedih. Sakit teriris setiap tawa yang ku dengar.
Aku jadi ingat persami dulu.
Tapi tidak se meriah itu.

Dengan peralatan sederhana mereka menikmaatinya.
Mungkin sekarang sekolah itu sudah lebih baik. Terbukti tetanggaku berkata anaknya di lesin computer gratis dari SD itu.

Suara itu makin keras menggema di telinga. Semakin iri rasanya.
Aku iri dengan kekompakan meraka.
Aku iri dengan jumlah mereka yang melebihi persahabatanku.
Karna aku bersahabat didukung oleh kami berasal dari kelas yang sama. 14
Tapi tidak sanggup menandingi tawa mereka saat ini.

Masih terngiang.
Meskipun menutup telinga.
Masih menderu.

Besok hari minggu. Aku akan bertemu teman NFku.
Ya,, hanya teman NF, dalam kata lain bukan sahabat sejatiku.
2 hari terasa berat.
Aku ingin hari senin.
Tapi keinginanku terhalang oleh ketakutanku.
Karna apa,, karna hari senin aku ulangan umum.
Oh ya, aku juga sedih melihat ara ga satu ruangan dengan yang lainnya.
“di kelas orang, sendiri, duduk, di sudut!” itu katanya dengan rasa sedih.
Aku juga akan sedih jika menjadi dia.
1 minggu. Lumayan…
Tetap semangat ara!!

Sabtu, 13 Maret 2010

Aku Ingin Tau


Aku bisa melihat bakat mereka.

Saat rika menulis di blognya, aku terpana.
“Ini yang namanya penulis!”
Dengan rasa kagum akan kata-kata pilihannya.
Tapi dia tidak berniat menjadi penulis.
Aku ingin seperti dia!

Saat nastri sibuk dengan surfing internet dengan tema yang sama yang menurut orang lain itu menyebalkan, aku mengusulkan.
“Kamu mau bikin online shop ga?”
Dengan harapan agar bisa bekerjasama, aku mengutarakannya.
Tapi ia hanya merespon sesaat.
Aku ingin seperti dia!


Hanya 2 dari 14 oarang yang kutemukan.
Intinya, “Aku ingin seperti dia!
Aku ingin ada yang tau bakat terpendamku.
Aku ingin ada yang memberitahukan bakat yang ku miliki.
Yang pasti, Aku ingin tau apa bakatku.
Apakah baik atau buruk, semua akan kuterima.
Aku bisa membawa bakatku dan mengarahkan semua yang kumiliki menjadi lebih baik.